Sawah Desa Sambong
Data & Statistik Desa

Potensi Kehutanan Desa Sambong

Dengan luas kawasan hutan mencapai 59,42 hektar, Desa Sambong memiliki kekayaan sumber daya alam yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta mendukung kesejahteraan masyarakat. Jelajahi berbagai data dan informasi kehutanan sebagai wujud pengelolaan sumber daya hutan yang transparan, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Sebaran Komoditas Utama

Visualisasi jenis pohon produktif yang menjadi potensi utama dalam mendukung kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat desa.

Jati

Jati

Tectona grandis

Akasia

Akasia

Acacia auriculiformis

Sengon Laut

Sengon Laut

Falcataria moluccana

Sonokeling

Sonokeling

Dalbergia latifolia

Trembesi

Trembesi

Samanea saman

Dominasi: Jati

Komoditas Jati merupakan vegetasi utama yang paling dominan di wilayah ini. Tanaman ini ditanam secara luas oleh masyarakat, baik sebagai tanaman budidaya utama maupun tanaman peneduh/pembatas lahan, karena nilainya yang tinggi dan kesesuaiannya dengan kondisi iklim serta tanah setempat.

Status Kawasan: Hutan Rakyat

Komoditas-komoditas ini tersebar dan dikelola di area Hutan Rakyat, yaitu kawasan hutan yang berada di atas tanah milik pribadi/warga desa. Pengelolaan dan pemanfaatannya dilakukan secara mandiri oleh pemilik lahan maupun kelompok tani hutan setempat.

Tabel Detail Komoditas Utama

Informasi masa panen dan pemanfaatan berbagai komoditas kehutanan yang dikelola masyarakat Desa Sambong.

KomoditasMasa Panen (Tahun)Pemanfaatan

Kayu Jati

Tectona grandis

20 - 30Dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, furnitur, dan produk kayu berkualitas tinggi.

Kayu Akasia

Acacia auriculiformis

6 - 8Digunakan sebagai bahan baku industri pulp dan kertas serta kayu pertukangan.

Kayu Sengon

Falcataria moluccana

5 - 7Dimanfaatkan untuk industri kayu lapis, furnitur ringan, dan konstruksi sederhana.

Sonokeling

Dalbergia latifolia

20 - 25Digunakan untuk furnitur premium, kerajinan, ukiran, dan alat musik.

Trembesi

Samanea saman

15 - 20Dimanfaatkan untuk furnitur, kerajinan kayu, serta penghijauan dan peneduh lingkungan.
Ekosistem & Biota

Keberadaan Satwa Liar

Menampilkan data satwa liar yang terpantau di kawasan hutan Desa Sambong serta potensi interaksinya dengan lingkungan pemukiman sekitar.

Monyet Ekor Panjang

Monyet Ekor Panjang

Macaca fascicularis

Sering dijumpai di area perbatasan kawasan hutan dan permukiman. Hidup berkelompok serta memanfaatkan berbagai sumber pakan yang tersedia di sekitar hutan maupun lahan budidaya masyarakat.

Catatan: Berpotensi menimbulkan konflik satwa dengan masyarakat akibat aktivitas pencarian pakan.

Babi Hutan

Babi Hutan

Sus scrofa

Satwa nokturnal yang aktif mencari makan pada malam hari di kawasan hutan dan area sekitarnya. Keberadaannya dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman budidaya masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Catatan: Berpotensi menimbulkan konflik satwa dengan masyarakat.

Landak Jawa

Landak Jawa

Hystrix javanica

Satwa nokturnal pemakan umbi-umbian, akar, dan buah-buahan yang jatuh di lantai hutan. Membuat sarang di celah batu atau lubang tanah di sekitar vegetasi rapat.

Catatan: Berpotensi merusak tanaman budidaya umbi-umbian milik warga di sekitar perbatasan hutan.

Kijang

Kijang

Muntiacus muntjak

Satwa herbivora pemakan daun muda, tunas, dan buah-buahan hutan. Cenderung pemalu dan memilih beraktivitas di dalam vegetasi hutan yang lebat untuk menghindari ancaman.

Catatan: Minim potensi konflik dengan masyarakat, namun rawan menjadi sasaran perburuan liar.

Tawon Vespa

Tawon Vespa

Vespa affinis

Serangga predator yang membuat sarang di dahan pohon tinggi maupun struktur bangunan di perbatasan hutan. Aktif berburu serangga kecil dan mencari sumber gula.

Catatan: Berpotensi membahayakan keselamatan warga sekitar akibat risiko sengatan beracun jika sarangnya terganggu.

Lebah Hutan

Lebah Hutan

Apis dorsata

Lebah liar penyerbuk (polinator) yang membuat sarang gantung besar di dahan-dahan pohon tinggi kawasan hutan. Berperan penting dalam menjaga kelestarian ekosistem dan regenerasi tanaman hutan.

Catatan: Memiliki potensi ekonomi lokal melalui pemanenan madu hutan, namun berisiko menyengat jika terganggu.

Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)

Madu Hutan

Madu hutan merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu unggulan yang dihasilkan oleh lebah liar di kawasan hutan Desa Sambong. Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, madu hutan juga dimanfaatkan sebagai sumber pangan alami dan produk kesehatan yang mendukung kesejahteraan masyarakat.

  • 100% Organik dan Tanpa Proses Pemanasan
  • Meningkatkan Ekonomi Petani Hutan Lokal
  • Kaya Antioksidan Alami
Pesan Sekarang
Madu Hutan Liar Sambong

Informasi & Edukasi

Mendukung partisipasi aktif masyarakat dalam pelestarian hutan.

Kelompok Tani Hutan (KTH)

Profile KTH

NamaJati Nom Muda
Anggota35 orang
Luas Lahan10,5 Ha
KomoditasSengon, Alpukat

Struktur Organisasi

Ketua

Tri Haryono

Sekretaris

Suherlan

Bendahara

Suherno

Mandor

Dede Arisman

Peta Sebaran Lahan

Peta Jati Nom Muda

Sambong Siaga Karhutla: Langkah Kecil Kita untuk Hutan yang Tetap Hijau

Baca Artikel Kebakaran Hutan

Soil Moisture Care: Menjaga Nafas Bumi Melalui Pemulsaan Organik di Lahan Kering Desa Sambong

Baca Artikel Konservasi